Wednesday, 2 December 2009
Sepotong Kisah tentang Strategi Inovasi
Setiap 10 tahun sekali majalah bisnis Fortune memilih CEO of the Decade atau semacam kapten bisnis terhebat sepanjang 10 tahun. Kali ini pada tahun 2009 atau menjelang pergantian dasawarsa mereka menjatuhkan pilihannya pada sosok bernama Steve Jobs. Sosok karismatik ini kita tahu merupakan tokoh legendaris dibalik menjulangnya nama Apple dalam jagat kompetisi produk-produk digital.
Kalaulah kita hendak mendulang sebuah eksemplar yang nyaris sempurna tentang INOVASI, maka perusahaan Apple mungkin pilihan yang tak terelakkan. Hampir semua perusahan di dunia, termasuk pesaingnya Sony, Nokia dan Micorosoft, dipaksa untuk terkesima menyaksikan serangkaian inovasi nan brilian yang diracik oleh Steve dan pasukannya.
Apple, dengan Steve Jobs sebagai Sang Master-nya, memang telah mendemonstrasikan bagaimana kekuatan inovasi dan daya kreativitas disenyawakan dalam parade produk-produk nan elegan. Yang mungkin perlu juga dicatat adalah ini : melalui parade produk brilian ini Apple telah merubah secara radikal lansekap bisnis dalam tiga industri yang berbeda, yakni industri PC, musik, dan telekomunikasi.
Dalam industri PC, Apple memberikan pelajaran penting tentang bagaimana mendesain sebuah produk dengan sentuhan estetika, lengkap dengan aplikasi yang tangguh dan user-friendly. Hasilnya adalah deretan produk bertajuk iMac dan Powerbook, serangkaian produk yang kemudian banyak ditiru oleh para pengekornya.
Dalam industri musik, serbuan produk iPod-nya yang mendunia telah membuat para petinggi Sony termehek-mehek, pening dan tak tahu harus berbuat apa. Para petinggi label musik dunia seperti BMG dan Universal Music juga hanya bisa gigit jari ketika tahu 80 % pangsa musik digital dibeli melalui iTunes, toko musik digital milik Apple.
Dalam industri telco, produk iPhone yang sungguh inovatif itu mungkin telah merubah definisi kita tentang apa itu arti produk ponsel. Kecanggihan ponsel ini, lengkap dengan ribuan aplikasi yang mudah didowload melalui iTune, membuat ponsel lain seperti milik Nokia menjadi ketinggalan jaman. Kekuatan ponsel masa depan ada pada kekuatan software-nya, dan sungguh dalam arena ini Apple telah melangkah jauh meninggalkan Nokia yang kini mungkin tengah terpuruk dalam hempasan debu kekalahan.
Tak banyak sebuah perusahaan yang mampu memporak-porandakan lansekap persaingan dalam tiga jenis industri yang berbeda. Fakta bahwa Apple selalu mampu membentangkan “samudra biru (blue ocean)” dalam setiap industri yang dimasukinya membuat ia kini dianggap sebagai perusahaan yang lebih berwibawa dibanding IBM, GE atau Microsoft sekalipun.
Dan tak pelak, sosok Steve Jobs memiliki peran yang amat sentral dalam proses itu. Sosoknya mungkin kelak akan dikenang sebagai salah satu figur inovasi terpenting dalam sejarah bisnis modern - sejajar dengan nama besar seperti Thomas Alva Edison, Henry Ford, Soichiro Honda dan Bill Gates.
Ketika masih muda belia, Steve pernah bilang kepara para jurnalis, bahwa ia ingin merubah dunia dengan produk-produk yang diciptakannya. Kini dengan rangkaian iMac, iPod dan iPhone yang melanglang di penjuru buana, ia mungkin telah ikut merubah hidup sebagian manusia yang menjadi pelanggannya.
“Jangan pernah setengah hati mengerjakan sesuatu yang engkau cintai, karena hidup ini terlalu pendek,” begitu Steve Jobs pernah berujar ketika diwawancarai media.
Hmm, sebuah kalimat bijak yang mungkin layak kita renungkan.
5 Praktek Ampuh Bagi Perjalanan Karir Anda
Perencanaan dan manajemen karir yang tertata dengan kredibel merupakan salah satu elemen yang didambakan oleh banyak karyawan. Sayangnya tak banyak perusahaan ditanah air yang melakukan ikhtiar yang sungguh kencang dalam membangun sistem perencanaan karir yang baik bagi para karyawannya.
Tanpa peta dan manajemen karir yang bagus, setiap karyawan lalu dibiarkan sendirian dalam menapaki jalan panjang perjalanan karirnya. Dan ini sungguh bukan rute yang elok untuk dijejaki. Alangkah baiknya jika perusahaan juga secara serius menggagas sejumlah inisiatif jitu dalam pengelolaan karir para karyawannya.
Lalu inisiatif atau program karir apa saja yang layak dilakoni? Berikut ini coba diuraikan 5 best practices yang bisa dilakukan oleh perusahaan dalam mengelola perencanaan dan pengembangan karir karyawan.
Menyediakan Employee Assessment dan Career Planning Workshops.
Salah satu inisiatif yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan on-site workshop agar karyawan belajar mengambil tanggung jawab dalam karir mereka. Workshop ini bisa juga disertai dengan semacam employee assesment dimana karyawan bisa menilai kemampuan, minat karir, dan nilai hidup mereka. Hasil dari segenap proses ini kemudian dapat diolah dan diracik untuk memetakan perencanaan karir karyawan.
Mengadakan Career Coaching Workshops untuk Para Atasan (Manajer). Sementara para karyawan mempelajari bagaimana mengambil tanggung jawab dalam karir mereka, maka para atasan mereka juga perlu dididik agar trampil dalam meng-empower usaha para anak buahnya. Disini para atasan itu dilatih tentang bagaimana menjadi lebih mahir dalam proses perencanaan karir, melakukan teknik bimbingan karir, mempersiapkan berbagai tipe diskusi karir yang ditanyakan oleh karyawan, dan juga bagaimana memberikan feedback dengan jujur (persoalan akan muncul jika para atasan atau manajer itu juga ternyata buta tentang karir mereka sendiri. Duh!).
Mendirikan Employee Career Centers. Perusahaan seperti IBM dan Nokia telah memiliki internal career centers dimana karyawan bisa datang untuk menilai dirinya sendiri. Layanannya meliputi program online yang menyertakan career feedback, penilaian kompetensi, konsultasi karir, personal development seminar, dan juga beragam informasi mengenai internal job posting.
Memberikan Open Business Briefings. Dinamika bisnis terus berubah, dan lanskap persaingan juga terus menari-nari. Lalu apa artinya ini semua bagi pekerjaan para karyawan? Untuk membuat para karyawan sadar apa makna perubahan itu bagi karir mereka, sejumlah perusahaan terkemuka seperti Intel dan Microsoft secara terbuka mendiskusikan perencanaan strategis bisnis perusahaan kepada segenap karyawannya. Dan kemudian memetakan apa dampak perubahan strategi itu pada tugas-tugas atau kemampuan yang akan diperlukan di masa yang akan datang.
Dengan cara berbagi informasi inilah, perusahaan sejatinya sedang menyiapkan karir para karyawannya menghadapi tantangan bisnis masa depan.
Menciptakan Individual Learning Accounts. Ini adalah sebuah gagasan yang menarik. Intinya adalah setiap karyawan mempunyai Individual Learning Accounts dengan plafon biaya tertentu, dan bebas ia gunakan untuk proses pengembangan diri. Disini para karyawan bebas memilih tema, kelas training atau program pengembangan yang ingin ia ikuti, sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka sendiri.
Melalui Individual Learning Account, sang karyawan diberi otonomi penuh untuk menentukan rute pembelajaran yang paling pas dengan dirinya sendiri. Pola semacam ini dipercaya akan lebih mengakselerasi kompetensi para karyawan, dan tentu saja akan sangat membantu mereka dalam menjelujuri jejak karir yang dikehendakinya di masa mendatang.
Demikianlah sejumlah contoh kecil mengenai best practices yang mungkin layak dilakukan dalam memulai inisiatif pengembangan karir karyawan. Apakah hal-hal diatas merupakan impian belaka? Saya kira tidak. Sepanjang para pengelola Departemen HRD di perusahaan mau dan memiliki komitmen untuk melakukannya, saya kira sejumlah inisiatif diatas bukan hal yang terlampau sulit untuk dilakukan.
Yang penting disini adalah meyakinkan dan terus menggedor para pengelola departemen HRD agar berani melakukan sejumlah terobososan yang inovatif dalam proses pengembangan karir para karyawannya.
Sebab dengan itulah, para karyawan bisa menemukan partner sejati dalam meretas jejak karirnya di masa depan. Dan bukan terus dibiarkan berjalan sendiri dalam keremangan : berjalan tertatih sambil terus meraba kenapa arah karirnya semakin tidak jelas…..
Kepribadian Anggota Tapak Suci
1. Memiliki aqidah yang lurus
2. Mengamalkan Ibadah yang benar
3. Memiliki akhlaq yang mulia
4. Memiliki jiwa kemandirian
5. Berwawasan luas
6. Memiliki fisik yang kuat
7. Mampu mengendalikan diri
8. Rapih dan teratur dalam aktivitasnya
9. Pandai memanfaatkan waktu
10. Bermanfaat bagi orang lain
Dengan iman dan Akhlaq saya menjadi kuat,
tanpa iman dan akhlaq saya menjadi lemah
APLIKASI KEPRIBADIAN ANGGOTA TAPAK SUCI UNILA
A. Memiliki aqidah yang lurus
1. Tidak me-ruqyah (merujuk/menjampi-jampi) kecuali dengan
Qur’an Ma’tsur (pernah dilakukan oleh Rasullah)
2. Tidak berhubungan dengan jin.
3. Tidak meminta tolong kepada orang yang berhubungan dengan jin.
4. Tidak meramal nasib dalam bentuk apapun ( contoh : dengan telapak tangan,
ramalan perbintangan, dll)
5. Tidak menghadiri majelis dukun dan peramal.
6. Tidak meminta berkah dengan mengusap-ngusap kuburan.
7. Tidak meminta tolong dengan orang yang telah dikubur (mati).
8. Tidak bersumpah dengan selain Allah SWT
9. Tidak tasya-um (merasa sial karena mendengar atau melihat sesuatu).
10. Mengikhlaskan amal untuk Allah S.W.T.
11. Tidak Riya dalam ibadah
12. Mengimani rukun iman
13. Beriman kepada nikmat dan siksa kubur.
14. Mensyukuri nikmat Allah S.W.T. saat mendapatkan nikmat.
15. Menjadikan syetan sebagai musuh.
16. Tidak mengikuti langkah-langkah syetan
17. Menerima dan tunduk secara penuh kepada Allah S.W.T. dan
tidak ber-tahkim (berhukum) kepada selain yang diturunkan Allah S.W.T.
18. Melaksanakan adab-adab terhadap Rasulullah
19. Tidak mempelajari/memiliki ilmu kebal.
20. Tidak mempelajari/memiliki ilmu Pengasih (pelet)
21. Tidak mempelajari/memiliki ilmu kontak jarak jauh.
22. Tidak menggunakan susuk pemikat.
23. Tidak membawa/memiliki bebet/wafak (kain putih bertuliskan Arab.
24. Tidak mempelajari/memiliki ilmu sambatan (melakukan gerakan beladiri
atau meniru-niru tingkah laku binatang buas tanpa sadarkan diri)
25. Tidak menggunakan/memiliki kekuatan benda tertentu untuk melindungi diri
(seperti cincin, kalung, gelang, keris, dll).
26. Tidak mengolah napas/pernapasan yang tidak sesuai dengan fitrah manusia
B. Mengamalkan ibadah yang benar
1. Tidak Taqlid dalam ibadah (melakukan ibadah tetapi tidak tahu dalilnya)
2. Tidak sungkan adzan.
3. Ihsan (baik) dalam thoharoh (bersuci)
4. Bersemangat untuk sholat berjamaah.
5. Bersemangat untuk berjama’ah di masjid.
6. Ihsan (baik) dalam sholat.
7. Qiyamul lail (sholat malam) minimal sekali sepekan.
8. Membayar zakat.
9. Berpuasa fardhu.
10. Berpuasa sunnat minimal sehari dalam sebulan.
11. Sholat Dhuha minimal sekali sepekan.
12. Mampu mendirikan sholat jenazah/ghoiq
13. Mampu mendirikan sholat jamma dan qoshor
14. Niat melaksanakan haji.
15. Komitmen dengan adab tilawah.
16. Khusyu dalam membaca Al-Qur’an.
17. Hafal minimal setengah juz 30 Al-Qur’an.
18. Komitmen dengan wirid tilawah harian.
19. Berdo’a pada waktu-waktu utama.
20. Menutup hari-harinya dengan taubat dan istighfar.
21. Berniat pada setiap melakukan kegiatan.
22. Menjauhi dosa besar.
23. Merutinkan dzikir pagi hari.
24. Merutinkan dzikir sore hari.
25. Dzikir kepada Allah dalam setiap keadaan.
26. Memenuhi nazhar.
27. Menyebarluaskan salam.
28. Ber-I’tikaf pada bulan ramadhan, jika mungkin.
29. Bersiwak (membersihkan mulut) setiap akan melakukan ibadah, jika mengkin.
30. Senantiasa menjaga kondisi thoharoh (wudhu), jika mungkin.
C. Memiliki akhlaq yang mulia
1. Tidak takabbur (sombong)
2. Tidak imamah (asal ikut, tidak punya prinsip).
3. Tidak dusta.
4. Tidak mencaci maki.
5. Tidak mengadu domba.
6. Tidak ghibah (membicarakan kejelekan orang lain)
7. Tidak mematikan/memotong pembicaraan orang lain.
8. Tidak mencibir dengan isyarat apapun.
9. Tidak menghina dan meremehkan orang lain.
10. Tidak menjadikan orang yang berakhlaq buruk sebagai teman/sahabat.
11. Tidak memfitnah.
12. Tidak berburuk sangka.
13. Menjadikan senyum sebagai shodaqoh
14. Menyayang yang kecil.
15. Menghormati yang besar.
16. Menepati janji.
17. Birrul Walidain (berbakti kepada kedua orang tua).
18. Menundukan pandangan.
19. Menyimpan rahasia.
20. Menutupi aib orang lain.
21. Berniat mewujudkan keluarga sakinah.
22. Memiliki ghiroh pada perjuangan agamanya.
23. Menghadiri undangan.
24. Menjenguk orang sakit.
25. Memuliakan tamunya.
26. Rukun dengan tetangga.
27. Mentaati peraturan-peraturan.
28. Patuh pada pimpinan/atasan.
29. Siap memimpin dan dipimpin
30. Santun dalam berbicara.
31. Menjadi pendengar yang baik.
32. Berani karena benar.
33. Sabar dalam menerima cobaan.
34. Melayat orang meninggal.
35. Turut merasakan kesedihan orang lain.
36. Percaya diri.
37. Berlapang dada/menerima/terbuka dalam menerima nasihat orang lain.
38. Mudah memaafkan kesalahan orang lain.
39. Menjaga fasilitas umum.
40. Menjaga fasilitas khusus.
D. Memiliki jiwa kemandirian
1. Menjauhi sumber penghasilan haram.
2. Menjauhi riba.
3. Menjauhi judi dengan segala macamnya.
4. Menjauhi tindak penipuan.
5. Tidak boros (hemat)
6. Inovatif.
7. Kreatif.
8. Cermat (teliti)
9. Menabung, meskipun sedikit.
10. Tidak menunda dalam melaksanakan hak orang lain.
E. Berwawasan Luas
1. Baik dalam membaca dan menulis.
2. Membaca satu juz tafsir Al-Qur’an (juz 30).
3. Memperhatikan hukum-hukum tilawah
4. Menghafalkan separuh hadits Arbain minimal 5 hadist.
5. Menghafalkan hadits pilihan Riyadhus Shalihin minimal 5 hadist.
6. Mengetahui keadaan jazirah Arab pada zaman jahiliyah
7. Membaca siroh nabawiyah (sejarah) Nabi Muhammad SAW
dari kecil hingga diangkat menjadi Rasullah.
8. Mengenal 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk syurga.
9. Mengetahui hukum thaharoh (berwudlu).
10. Mengetahui hukum sholat.
11. Mengetahui hukum puasa.
12. Mengetahui fiqih aurat laki-laki dan perempuan.
13. Mengetahui tata cara musyawarah yang Islami.
14. Menyadari adanya peperangan Zionisme terhadap Islam.
15. Mengetahui Ghazwul Fikri (perang pemikiran)
16. Mengetahui bid’ah-bid’ah di Indonesia
17. Mengetahui organisasi-organisasi terselubung.
18. Mengetahui bahaya pembatasan kelahiran.
19. Mengemukakan pendapatnya.
20. Tidak menerima suara-suara miring tentang Islam.
F. Memiliki fisik yang kuat
1. Bersih badan
2. Bersih pakaian
3. Bersih tempat tinggal
4. Komitmen dengan adab makan dan minum sesuai dengan sunnah.
5. Tidak isrof (berlebihan) dalam bergadang.
6. Komitmen dengan olah raga/latihan 4 jam setiap pekan.
7. Tampil energik/bersemangat.
8. Memperhatikan tata cara baca yang sehat.
9. Mencabut diri dari merokok.
10. Menghindari tempat-tempat kotor dan polusi.
11. Menghindari tempat-tempat bencana (bila masih diluar area)
G. Mampu mengendalikan diri
1. Tetap istiqomah (tidak condong pada penyimpangan)
2. Menjauhi/Menahan anggota tubuh dari segala yang haram.
3. Menjauhi tempat-tempat yang haram
4. Menjauhi tempat-tempat maksiat.
5. Menjauhi perbuatan zina.
6. Menjauhi perbuatan makruh (hal-hal yang dibenci Allah)
7. Menjauhi hal-hal yang subhat (sesuatu yang hukumnya diantara halal dan haram).
8. Mampu menahan emosi.
9. Tidak tersimpan kedengkian pada siapapun, kecuali pada musuh Allah.
10. Tidak berniat membalas dendam
11. Tidak putus asa.
H. Rapih dan teratur dalam aktivitasnya
1. Memperbaiki penampilannya.
2. Amanah dalam tugas (mampu menyelesaikan tugas dengan baik
3. Gemar bersilaturrahmi.
4. Tidak menjalin hubungan dengan lembaga- lembaga yang menentang Islam.
5. Mempersiapkan segala sesuatu dengan perencanaan yang matang.
6. Seimbang dan adil (tawajun muasit) dalam berbagai urusan.
7. Mampu menyelesaikan masalah dengan bijaksana.
8. Tidak mengulangi kesalahan yang pernah diperbuat
I. Pandai memanfaatkan waktu
1. Bangun sebelum fajar.
2. Membaca sesuatu diluar spesialisasinya minimal 2 jam per pekan.
3. Memperluas diri dengan sarana-sarana baru. (contoh : mengikuti seminar,
diskusi, simposium, internet, dll)
4. Menghabiskan waktu untuk belajar
J. Bermanfaat bagi orang lain
1. Membantu yang membutuhkan.
2. Memberi petunjuk orang tersesat.
3. Mampu melerai perselisihan
4. Berpartisipasi dalam kerja-kerja jama’i (bersama-sama)
5. Mampu mengurus jenazah (memandikan, mengkafani, mensyolatkan, dan menguburkan)
6. Menguasai P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).
7. Mampu mengatasi kesurupan jin.
8. Ikut berpartisipasi dalam kegembiraan.
9. Menikah dengan pasangan yang sesuai.
2. Mengamalkan Ibadah yang benar
3. Memiliki akhlaq yang mulia
4. Memiliki jiwa kemandirian
5. Berwawasan luas
6. Memiliki fisik yang kuat
7. Mampu mengendalikan diri
8. Rapih dan teratur dalam aktivitasnya
9. Pandai memanfaatkan waktu
10. Bermanfaat bagi orang lain
Dengan iman dan Akhlaq saya menjadi kuat,
tanpa iman dan akhlaq saya menjadi lemah
APLIKASI KEPRIBADIAN ANGGOTA TAPAK SUCI UNILA
A. Memiliki aqidah yang lurus
1. Tidak me-ruqyah (merujuk/menjampi-jampi) kecuali dengan
Qur’an Ma’tsur (pernah dilakukan oleh Rasullah)
2. Tidak berhubungan dengan jin.
3. Tidak meminta tolong kepada orang yang berhubungan dengan jin.
4. Tidak meramal nasib dalam bentuk apapun ( contoh : dengan telapak tangan,
ramalan perbintangan, dll)
5. Tidak menghadiri majelis dukun dan peramal.
6. Tidak meminta berkah dengan mengusap-ngusap kuburan.
7. Tidak meminta tolong dengan orang yang telah dikubur (mati).
8. Tidak bersumpah dengan selain Allah SWT
9. Tidak tasya-um (merasa sial karena mendengar atau melihat sesuatu).
10. Mengikhlaskan amal untuk Allah S.W.T.
11. Tidak Riya dalam ibadah
12. Mengimani rukun iman
13. Beriman kepada nikmat dan siksa kubur.
14. Mensyukuri nikmat Allah S.W.T. saat mendapatkan nikmat.
15. Menjadikan syetan sebagai musuh.
16. Tidak mengikuti langkah-langkah syetan
17. Menerima dan tunduk secara penuh kepada Allah S.W.T. dan
tidak ber-tahkim (berhukum) kepada selain yang diturunkan Allah S.W.T.
18. Melaksanakan adab-adab terhadap Rasulullah
19. Tidak mempelajari/memiliki ilmu kebal.
20. Tidak mempelajari/memiliki ilmu Pengasih (pelet)
21. Tidak mempelajari/memiliki ilmu kontak jarak jauh.
22. Tidak menggunakan susuk pemikat.
23. Tidak membawa/memiliki bebet/wafak (kain putih bertuliskan Arab.
24. Tidak mempelajari/memiliki ilmu sambatan (melakukan gerakan beladiri
atau meniru-niru tingkah laku binatang buas tanpa sadarkan diri)
25. Tidak menggunakan/memiliki kekuatan benda tertentu untuk melindungi diri
(seperti cincin, kalung, gelang, keris, dll).
26. Tidak mengolah napas/pernapasan yang tidak sesuai dengan fitrah manusia
B. Mengamalkan ibadah yang benar
1. Tidak Taqlid dalam ibadah (melakukan ibadah tetapi tidak tahu dalilnya)
2. Tidak sungkan adzan.
3. Ihsan (baik) dalam thoharoh (bersuci)
4. Bersemangat untuk sholat berjamaah.
5. Bersemangat untuk berjama’ah di masjid.
6. Ihsan (baik) dalam sholat.
7. Qiyamul lail (sholat malam) minimal sekali sepekan.
8. Membayar zakat.
9. Berpuasa fardhu.
10. Berpuasa sunnat minimal sehari dalam sebulan.
11. Sholat Dhuha minimal sekali sepekan.
12. Mampu mendirikan sholat jenazah/ghoiq
13. Mampu mendirikan sholat jamma dan qoshor
14. Niat melaksanakan haji.
15. Komitmen dengan adab tilawah.
16. Khusyu dalam membaca Al-Qur’an.
17. Hafal minimal setengah juz 30 Al-Qur’an.
18. Komitmen dengan wirid tilawah harian.
19. Berdo’a pada waktu-waktu utama.
20. Menutup hari-harinya dengan taubat dan istighfar.
21. Berniat pada setiap melakukan kegiatan.
22. Menjauhi dosa besar.
23. Merutinkan dzikir pagi hari.
24. Merutinkan dzikir sore hari.
25. Dzikir kepada Allah dalam setiap keadaan.
26. Memenuhi nazhar.
27. Menyebarluaskan salam.
28. Ber-I’tikaf pada bulan ramadhan, jika mungkin.
29. Bersiwak (membersihkan mulut) setiap akan melakukan ibadah, jika mengkin.
30. Senantiasa menjaga kondisi thoharoh (wudhu), jika mungkin.
C. Memiliki akhlaq yang mulia
1. Tidak takabbur (sombong)
2. Tidak imamah (asal ikut, tidak punya prinsip).
3. Tidak dusta.
4. Tidak mencaci maki.
5. Tidak mengadu domba.
6. Tidak ghibah (membicarakan kejelekan orang lain)
7. Tidak mematikan/memotong pembicaraan orang lain.
8. Tidak mencibir dengan isyarat apapun.
9. Tidak menghina dan meremehkan orang lain.
10. Tidak menjadikan orang yang berakhlaq buruk sebagai teman/sahabat.
11. Tidak memfitnah.
12. Tidak berburuk sangka.
13. Menjadikan senyum sebagai shodaqoh
14. Menyayang yang kecil.
15. Menghormati yang besar.
16. Menepati janji.
17. Birrul Walidain (berbakti kepada kedua orang tua).
18. Menundukan pandangan.
19. Menyimpan rahasia.
20. Menutupi aib orang lain.
21. Berniat mewujudkan keluarga sakinah.
22. Memiliki ghiroh pada perjuangan agamanya.
23. Menghadiri undangan.
24. Menjenguk orang sakit.
25. Memuliakan tamunya.
26. Rukun dengan tetangga.
27. Mentaati peraturan-peraturan.
28. Patuh pada pimpinan/atasan.
29. Siap memimpin dan dipimpin
30. Santun dalam berbicara.
31. Menjadi pendengar yang baik.
32. Berani karena benar.
33. Sabar dalam menerima cobaan.
34. Melayat orang meninggal.
35. Turut merasakan kesedihan orang lain.
36. Percaya diri.
37. Berlapang dada/menerima/terbuka dalam menerima nasihat orang lain.
38. Mudah memaafkan kesalahan orang lain.
39. Menjaga fasilitas umum.
40. Menjaga fasilitas khusus.
D. Memiliki jiwa kemandirian
1. Menjauhi sumber penghasilan haram.
2. Menjauhi riba.
3. Menjauhi judi dengan segala macamnya.
4. Menjauhi tindak penipuan.
5. Tidak boros (hemat)
6. Inovatif.
7. Kreatif.
8. Cermat (teliti)
9. Menabung, meskipun sedikit.
10. Tidak menunda dalam melaksanakan hak orang lain.
E. Berwawasan Luas
1. Baik dalam membaca dan menulis.
2. Membaca satu juz tafsir Al-Qur’an (juz 30).
3. Memperhatikan hukum-hukum tilawah
4. Menghafalkan separuh hadits Arbain minimal 5 hadist.
5. Menghafalkan hadits pilihan Riyadhus Shalihin minimal 5 hadist.
6. Mengetahui keadaan jazirah Arab pada zaman jahiliyah
7. Membaca siroh nabawiyah (sejarah) Nabi Muhammad SAW
dari kecil hingga diangkat menjadi Rasullah.
8. Mengenal 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk syurga.
9. Mengetahui hukum thaharoh (berwudlu).
10. Mengetahui hukum sholat.
11. Mengetahui hukum puasa.
12. Mengetahui fiqih aurat laki-laki dan perempuan.
13. Mengetahui tata cara musyawarah yang Islami.
14. Menyadari adanya peperangan Zionisme terhadap Islam.
15. Mengetahui Ghazwul Fikri (perang pemikiran)
16. Mengetahui bid’ah-bid’ah di Indonesia
17. Mengetahui organisasi-organisasi terselubung.
18. Mengetahui bahaya pembatasan kelahiran.
19. Mengemukakan pendapatnya.
20. Tidak menerima suara-suara miring tentang Islam.
F. Memiliki fisik yang kuat
1. Bersih badan
2. Bersih pakaian
3. Bersih tempat tinggal
4. Komitmen dengan adab makan dan minum sesuai dengan sunnah.
5. Tidak isrof (berlebihan) dalam bergadang.
6. Komitmen dengan olah raga/latihan 4 jam setiap pekan.
7. Tampil energik/bersemangat.
8. Memperhatikan tata cara baca yang sehat.
9. Mencabut diri dari merokok.
10. Menghindari tempat-tempat kotor dan polusi.
11. Menghindari tempat-tempat bencana (bila masih diluar area)
G. Mampu mengendalikan diri
1. Tetap istiqomah (tidak condong pada penyimpangan)
2. Menjauhi/Menahan anggota tubuh dari segala yang haram.
3. Menjauhi tempat-tempat yang haram
4. Menjauhi tempat-tempat maksiat.
5. Menjauhi perbuatan zina.
6. Menjauhi perbuatan makruh (hal-hal yang dibenci Allah)
7. Menjauhi hal-hal yang subhat (sesuatu yang hukumnya diantara halal dan haram).
8. Mampu menahan emosi.
9. Tidak tersimpan kedengkian pada siapapun, kecuali pada musuh Allah.
10. Tidak berniat membalas dendam
11. Tidak putus asa.
H. Rapih dan teratur dalam aktivitasnya
1. Memperbaiki penampilannya.
2. Amanah dalam tugas (mampu menyelesaikan tugas dengan baik
3. Gemar bersilaturrahmi.
4. Tidak menjalin hubungan dengan lembaga- lembaga yang menentang Islam.
5. Mempersiapkan segala sesuatu dengan perencanaan yang matang.
6. Seimbang dan adil (tawajun muasit) dalam berbagai urusan.
7. Mampu menyelesaikan masalah dengan bijaksana.
8. Tidak mengulangi kesalahan yang pernah diperbuat
I. Pandai memanfaatkan waktu
1. Bangun sebelum fajar.
2. Membaca sesuatu diluar spesialisasinya minimal 2 jam per pekan.
3. Memperluas diri dengan sarana-sarana baru. (contoh : mengikuti seminar,
diskusi, simposium, internet, dll)
4. Menghabiskan waktu untuk belajar
J. Bermanfaat bagi orang lain
1. Membantu yang membutuhkan.
2. Memberi petunjuk orang tersesat.
3. Mampu melerai perselisihan
4. Berpartisipasi dalam kerja-kerja jama’i (bersama-sama)
5. Mampu mengurus jenazah (memandikan, mengkafani, mensyolatkan, dan menguburkan)
6. Menguasai P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).
7. Mampu mengatasi kesurupan jin.
8. Ikut berpartisipasi dalam kegembiraan.
9. Menikah dengan pasangan yang sesuai.












